Hosting March 23, 2023

Cara Buat Database - Panel PLESK

Pengenalan Database dalam Web Hosting

Database adalah komponen penting dalam website modern. Database menyimpan berbagai jenis data seperti konten artikel, informasi user, produk e-commerce, konfigurasi aplikasi, dan banyak lagi.

Apa itu Database?

Database adalah kumpulan data yang terorganisir secara sistematis dan dapat diakses, dikelola, dan diupdate dengan mudah. Dalam konteks web hosting, database yang paling umum digunakan adalah:

  • MySQL: Database relational paling populer untuk web applications
  • MariaDB: Fork dari MySQL dengan performance yang lebih baik
  • PostgreSQL: Database powerful untuk aplikasi enterprise
  • MongoDB: NoSQL database untuk data tidak terstruktur

Di Plesk Panel, Anda akan bekerja dengan MySQL/MariaDB database yang compatible dengan sebagian besar aplikasi web seperti WordPress, Joomla, Drupal, Magento, dan lainnya.

Kapan Anda Membutuhkan Database?

  • CMS Installation: WordPress, Joomla, Drupal memerlukan database
  • E-commerce: Toko online seperti WooCommerce, PrestaShop, Magento
  • Custom Web Applications: Aplikasi PHP, Python, atau Node.js
  • Forum: Platform seperti phpBB, vBulletin
  • Data Storage: Menyimpan user data, analytics, logs

Persiapan Sebelum Membuat Database

Sebelum membuat database, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan:

1. Rencanakan Nama Database

  • Gunakan nama yang deskriptif (contoh: wp_myblog, shop_db, app_production)
  • Hindari spasi dan karakter special
  • Biasanya ada prefix otomatis dari Plesk (contoh: username_dbname)

2. Tentukan Database User

  • Setiap database memerlukan user untuk akses
  • Bisa menggunakan user existing atau buat user baru
  • Satu user bisa untuk multiple databases

3. Password yang Kuat

  • Gunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol
  • Minimal 12 karakter
  • Jangan gunakan password yang mudah ditebak

4. Tentukan Kebutuhan Remote Access

  • Apakah database perlu diakses dari server lain?
  • Untuk development biasanya perlu remote access
  • Untuk production, disable jika tidak diperlukan

Cara Membuat Database di Panel Plesk

Berikut adalah langkah-langkah lengkap untuk membuat database di Plesk Panel:

Langkah 1: Login ke Panel Plesk

  1. Buka browser (Chrome, Firefox, Edge, dll)
  2. Akses URL Plesk Panel Anda
    • Format biasanya: https://server-ip:8443 atau https://panel.yourdomain.com:8443
  3. Masukkan username dan password
  4. Klik "Log in" atau tekan Enter

Langkah 2: Navigasi ke Menu Databases

Setelah login, Anda akan melihat Plesk dashboard:

  1. Pada sidebar kiri atau top menu, cari menu "Databases"
  2. Klik pada menu "Databases"

Alternatif:

  • Jika Anda mengelola multiple domains, pilih domain terlebih dahulu
  • Kemudian akses Databases dari menu domain tersebut

Screenshot Tab Database

Langkah 3: Klik Add Database

Pada halaman Databases, Anda akan melihat:

  • List database yang sudah ada (jika ada)
  • Button "Add Database" atau "+ Add Database"

Klik tombol "Add Database" di sebelah kanan halaman

Screenshot Add Database Button

Langkah 4: Konfigurasi Database

Anda akan masuk ke halaman "Create Database". Isi form dengan informasi berikut:

A. Database Name

  • Masukkan nama database yang Anda inginkan di kotak "Database name"
  • Contoh: myblog, onlineshop, portfoliodb
  • Note: Plesk akan otomatis menambahkan prefix (biasanya username Plesk Anda)
    • Jika username Anda johndoe, nama final bisa jadi: johndoe_myblog

B. Related Site (Opsional)

  • Jika database ini untuk website/domain tertentu, pilih dari dropdown
  • Jika untuk general purpose atau multiple sites, kosongkan

C. Database Server

  • Biasanya sudah terisi otomatis
  • Pilih MySQL atau MariaDB (sesuai yang tersedia di server)
  • Jangan ubah jika tidak yakin

Langkah 5: Buat atau Pilih Database User

Ada dua opsi untuk database user:

Opsi A: Create a New Database User (Recommended untuk database baru)

  1. Pilih atau centang "Create a database user"
  2. Isi informasi user:

Database Username:

  • Masukkan nama user, contoh: dbuser, admin_user
  • Sama seperti database name, akan ada prefix otomatis

Password:

  • Masukkan password yang kuat
  • Atau klik "Generate" untuk generate password secara otomatis
  • Catat password ini - Anda akan memerlukannya nanti!

Confirm Password:

  • Ketik ulang password yang sama

Opsi B: Use Existing Database User

  • Jika Anda sudah punya database user
  • Pilih dari dropdown list user yang tersedia
  • User tersebut akan mendapat akses ke database baru ini

Langkah 6: Konfigurasi Remote Access (Opsional)

Allow Remote Access

Jika Anda perlu mengakses database dari server/komputer lain:

  • Centang kotak "Remote access allowed" atau "Allow remote connections"
  • Ini berguna untuk:
    • Development lokal (connecting dari laptop Anda)
    • Backup tools external
    • Database management tools (MySQL Workbench, DBeaver, etc.)

Catatan Keamanan:

  • ⚠️ Remote access membuka potensi security risk
  • Hanya enable jika benar-benar diperlukan
  • Gunakan strong password
  • Jika possible, whitelist specific IP addresses saja

Screenshot Create Database Form

Langkah 7: Create Database

Setelah semua informasi terisi:

  1. Review semua informasi yang Anda masukkan
  2. Pastikan semua benar (terutama password)
  3. Klik tombol "OK" atau "Create" untuk membuat database

Langkah 8: Verifikasi Database Berhasil Dibuat

Jika berhasil, Anda akan melihat:

  • Notifikasi sukses: "Database has been created successfully"
  • Redirect ke halaman database list
  • Database baru Anda muncul di list dengan status "Active"

Screenshot Database Created

Informasi yang ditampilkan:

  • Database name (dengan prefix)
  • Database user(s) yang punya akses
  • Size (biasanya kosong untuk database baru)
  • Actions (Manage, Delete, Export, dll)

Mengelola Database Setelah Dibuat

Setelah database dibuat, Anda bisa melakukan berbagai management tasks:

1. Akses phpMyAdmin

phpMyAdmin adalah web-based tool untuk mengelola MySQL database.

Cara akses:

  1. Dari halaman Databases, klik pada nama database
  2. Klik button "Webadmin" atau "phpMyAdmin"
  3. Anda akan login otomatis ke phpMyAdmin

Yang bisa dilakukan di phpMyAdmin:

  • Create/edit/delete tables
  • Run SQL queries
  • Import/export data
  • Manage users dan permissions
  • Optimize database

2. Manage Database Users

Menambah User Baru:

  1. Buka database yang ingin ditambahkan user-nya
  2. Klik "User Management"
  3. Klik "Add Database User"
  4. Isi credentials user baru

Edit User Permission:

  1. Klik nama user
  2. Pilih permissions:
    • SELECT: Read only
    • INSERT, UPDATE, DELETE: Modify data
    • CREATE, DROP: Modify structure
    • ALL PRIVILEGES: Full access

Remove User:

  1. Select user yang ingin dihapus
  2. Klik "Remove" atau icon delete

3. Database Connection Information

Untuk connect aplikasi ke database, Anda perlu informasi berikut:

Database Host:

  • Biasanya: localhost
  • Atau IP server: 123.456.789.0
  • Atau hostname: mysql.yourdomain.com

Database Name:

  • Nama lengkap dengan prefix, contoh: username_myblog

Database Username:

  • User yang Anda buat, contoh: username_dbuser

Database Password:

  • Password yang Anda set saat create user

Port:

  • Default MySQL: 3306
  • Biasanya tidak perlu diubah

Contoh untuk WordPress (wp-config.php):

define('DB_NAME', 'username_myblog');
define('DB_USER', 'username_dbuser');
define('DB_PASSWORD', 'your_strong_password');
define('DB_HOST', 'localhost');

4. Import Data ke Database

Jika Anda punya SQL dump file:

Metode 1: Via Plesk Interface

  1. Klik nama database
  2. Klik "Import Dump"
  3. Upload file .sql atau .sql.gz
  4. Klik "OK"

Metode 2: Via phpMyAdmin

  1. Akses phpMyAdmin
  2. Pilih database
  3. Tab "Import"
  4. Choose file dan execute

Metode 3: Via Command Line (SSH)

mysql -u username -p database_name < dump_file.sql

5. Backup Database

Automatic Backup:

  • Plesk biasanya sudah include automated backup
  • Check di Tools & Settings > Backup Manager

Manual Backup:

  1. Klik nama database
  2. Klik "Export Dump"
  3. Choose location dan format
  4. Download file

Via Command Line:

mysqldump -u username -p database_name > backup.sql

Tips dan Best Practices

1. Naming Convention

Gunakan penamaan yang konsisten:

  • Production: prod_appname, live_shopdb
  • Development: dev_appname, test_shopdb
  • Backup: backup_dbname_20240121

2. Security Best Practices

Strong Passwords:

  • Minimal 12-16 karakter
  • Mix uppercase, lowercase, numbers, symbols
  • Unique untuk setiap database

Principle of Least Privilege:

  • Berikan permission seperlunya saja
  • Read-only access untuk reporting users
  • Full access hanya untuk admin

Regular Security Audit:

  • Review user access quarterly
  • Remove unused users
  • Check for suspicious queries di logs

3. Database Optimization

Regular Maintenance:

-- Optimize all tables
OPTIMIZE TABLE table_name;

-- Check tables for errors
CHECK TABLE table_name;

-- Repair tables if needed
REPAIR TABLE table_name;

Monitor Database Size:

  • Check disk space usage regularly
  • Archive old data
  • Implement data retention policy

4. Performance Tips

Indexes:

  • Create indexes pada columns yang sering di-query
  • Tapi jangan over-indexing (slows down INSERT/UPDATE)

Query Optimization:

  • Use EXPLAIN untuk analyze slow queries
  • Avoid SELECT * jika tidak perlu semua columns
  • Use proper JOIN conditions

Connection Pooling:

  • Reuse database connections
  • Implement connection pooling di aplikasi

5. Backup Strategy

3-2-1 Backup Rule:

  • 3 copies of data
  • 2 different media types
  • 1 offsite backup

Backup Schedule:

  • Daily: Transaction databases
  • Weekly: Full backup
  • Monthly: Archive backup

Test Restores:

  • Regularly test backup restoration
  • Pastikan backup tidak corrupt

Troubleshooting Common Issues

Problem 1: "Database already exists"

Penyebab: Nama database sudah digunakan

Solusi:

  • Gunakan nama yang berbeda
  • Atau delete database lama dulu (backup first!)

Problem 2: "Access denied for user"

Penyebab:

  • User tidak punya permission
  • Wrong password
  • User tidak di-grant ke database

Solusi:

GRANT ALL PRIVILEGES ON database_name.* TO 'user'@'localhost';
FLUSH PRIVILEGES;

Problem 3: "Too many connections"

Penyebab: Connection limit tercapai

Solusi:

  • Close unused connections
  • Optimize connection management di aplikasi
  • Increase max_connections di MySQL config (hubungi admin)

Problem 4: "Table doesn't exist"

Penyebab: Table belum dibuat atau salah nama

Solusi:

  • Create table dengan proper structure
  • Check case sensitivity (Linux servers)
  • Ver Database mungkin kosong, import data

Problem 5: "Disk quota exceeded"

Penyebab: Database size melebihi limit hosting

Solusi:

  • Cleanup old data
  • Upgrade hosting plan
  • Optimize tables
  • Archive data ke storage terpisah

Menghapus Database (Hati-hati!)

⚠️ WARNING: Menghapus database akan menghapus SEMUA data secara permanen!

Langkah-langkah:

  1. BACKUP DATABASE terlebih dahulu!
  2. Dari Databases page, klik database yang ingin dihapus
  3. Klik button "Remove" atau icon trash
  4. Confirm deletion
  5. Database dan semua data akan terhapus

Before Delete Checklist:

  • ✅ Database di-backup
  • ✅ Tidak ada aplikasi yang masih menggunakan database
  • ✅ Sudah confirmed dengan team/client
  • ✅ Backup tersimpan di secure location

Database untuk Aplikasi Populer

WordPress

  • 1 database per website (recommended)
  • Prefix tables: wp_ (default)
  • Size typical: 50MB - 500MB+

Joomla

  • 1 database per site
  • Prefix: jos_ atau custom
  • Size: 100MB - 1GB+

Magento

  • Bisa split ke multiple databases (sales, checkout, etc)
  • Size besar: 1GB - 10GB+

Laravel/PHP Frameworks

  • Multiple databases possible (main, cache, queue)
  • Schema migrations via artisan

Monitoring dan Maintenance

Regular Tasks:

Daily:

  • Monitor error logs
  • Check connection health

Weekly:

  • Review slow query log
  • Optimize frequently accessed tables

Monthly:

  • Full database audit
  • Update statistics
  • Review и cleanup old data

Quarterly:

  • Security audit
  • Performance review
  • Capacity planning

Monitoring Tools:

Built-in Plesk:

  • Database usage statistics
  • Connection monitoring

External Tools:

  • phpMyAdmin
  • MySQL Workbench
  • Adminer
  • DBeaver

Command Line:

# Check database size
SELECT table_schema, SUM(data_length + index_length) / 1024 / 1024 AS "Size (MB)" 
FROM information_schema.TABLES 
GROUP BY table_schema;

# Show process list
SHOW FULL PROCESSLIST;

# Check table status
SHOW TABLE STATUS;

Langkah Selanjutnya

Setelah berhasil membuat database, Anda mungkin perlu mengisi database tersebut dengan data yang sudah ada atau melakukan backup rutin. Simak panduan lengkap kami lainnya:

Kesimpulan

Membuat database di Plesk Panel adalah proses yang mudah dan straightforward. Dengan mengikuti panduan lengkap di atas, Anda dapat:

  • ✅ Membuat database dengan konfigurasi yang benar
  • ✅ Setup database users dengan permission yang tepat
  • ✅ Mengelola dan maintain database secara efektif
  • ✅ Troubleshoot masalah yang umum terjadi
  • ✅ Implement best practices untuk security dan performance

Key Takeaways:

  1. Perencanaan - Rencanakan nama dan struktur database
  2. Security - Gunakan strong password dan least privilege access
  3. Backup - Selalu backup sebelum perubahan major
  4. Monitoring - Regular monitoring dan maintenance
  5. Optimization - Optimize untuk performance yang baik

Database adalah jantung dari website dinamis Anda. Dengan management yang baik, database Anda akan berjalan dengan smooth, cepat, dan aman.

Jika Anda mengalami kesulitan atau membutuhkan bantuan dalam membuat dan mengelola database, tim support NusantaraHost siap membantu Anda 24/7.

Promo NusantaraHost
5 Views
Author

About NusantaraHost

Penulis di NusantaraHost yang gemar berbagi tips dan trik seputar web hosting, server, domain, dan pengembangan website. Berdedikasi untuk membantu Anda sukses di dunia digital.

View all posts by author →

Artikel Lainnya

Fungsi SPF dan DKIM untuk Autentikasi Email
Fungsi SPF dan DKIM untuk Autentikasi Email
Cara Membuat Email di Plesk Panel
Cara Membuat Email di Plesk Panel
Cara Melakukan Update SPF dan DKIM di cPanel
Cara Melakukan Update SPF dan DKIM di cPanel
Cara Install atau Perbaharui SSL di Plesk
Cara Install atau Perbaharui SSL di Plesk