Laravel January 05, 2026

Cara Install Laravel Melalui Cpanel

Laravel adalah salah satu framework PHP paling populer saat ini yang dirilis di bawah lisensi MIT. Framework ini dirancang untuk pengembangan aplikasi web berbasis arsitektur MVC (Model-View-Controller) dengan sintaks yang elegan dan ekspresif. Laravel menyediakan berbagai fitur modern seperti routing yang powerful, sistem template Blade, Eloquent ORM, sistem autentikasi yang robust, dan banyak lagi yang dapat mempercepat proses pengembangan aplikasi web.

Dalam tutorial ini, Nusablog akan memandu Anda langkah demi langkah untuk menginstal Laravel melalui cPanel menggunakan Softaculous Apps Installer, sehingga Anda dapat memulai proyek Laravel dengan cepat dan mudah tanpa perlu melakukan konfigurasi manual yang rumit.

Mengapa Memilih Laravel?

Sebelum memulai instalasi, ada baiknya kita memahami mengapa Laravel menjadi pilihan utama para developer:

Keunggulan Laravel

  1. Sintaks yang Elegan dan Mudah Dipahami - Laravel menggunakan sintaks PHP yang bersih dan ekspresif, membuat kode lebih mudah dibaca dan dipelihara.

  2. Dokumentasi yang Lengkap - Laravel memiliki dokumentasi yang sangat komprehensif dan mudah diikuti, cocok untuk pemula maupun developer berpengalaman.

  3. Ekosistem yang Kuat - Dilengkapi dengan berbagai package dan tool seperti Laravel Forge, Vapor, Nova, dan Spark yang mempermudah deployment dan manajemen.

  4. Komunitas yang Besar - Komunitas Laravel sangat aktif di seluruh dunia, sehingga mudah mendapatkan bantuan dan solusi untuk masalah yang dihadapi.

  5. Fitur Keamanan Terintegrasi - Built-in protection terhadap SQL injection, cross-site scripting (XSS), dan cross-site request forgery (CSRF).

  6. Eloquent ORM - Sistem database yang powerful dan mudah digunakan untuk berinteraksi dengan database.

  7. Blade Templating Engine - Sistem template yang powerful namun sederhana untuk membuat tampilan yang dinamis.

  8. Artisan Console - Command-line tool yang mempermudah berbagai tugas pengembangan seperti migrasi database, pembuatan controller, model, dan lainnya.

Persyaratan Sistem

Sebelum menginstal Laravel, pastikan hosting Anda memenuhi persyaratan berikut:

Persyaratan Server

  • PHP Version: PHP 8.1 atau lebih tinggi (cek versi Laravel yang akan diinstal)
  • Web Server: Apache dengan mod_rewrite atau Nginx
  • Database: MySQL 5.7+, PostgreSQL 9.6+, SQLite 3.8.8+, atau SQL Server 2017+

PHP Extensions yang Diperlukan

Laravel memerlukan beberapa PHP extension berikut:

  • BCMath PHP Extension
  • Ctype PHP Extension
  • cURL PHP Extension
  • DOM PHP Extension
  • Fileinfo PHP Extension
  • JSON PHP Extension
  • Mbstring PHP Extension
  • OpenSSL PHP Extension
  • PCRE PHP Extension
  • PDO PHP Extension
  • Tokenizer PHP Extension
  • XML PHP Extension

Tools Tambahan (Opsional)

  • Composer - Dependency manager untuk PHP (biasanya sudah tersedia di hosting)
  • Node.js & NPM - Untuk kompilasi asset front-end
  • Git - Untuk version control

Catatan: Sebagian besar hosting modern seperti NusantaraHost sudah memenuhi semua persyaratan di atas secara default.

Cara Install Laravel Melalui cPanel

Berikut adalah panduan lengkap langkah demi langkah untuk menginstal Laravel melalui cPanel:

Langkah 1: Login ke cPanel

Langkah pertama adalah login ke cPanel hosting Anda.

Pertama-tama, akses cPanel hosting Anda melalui browser:

  1. Buka browser dan ketikkan URL cPanel Anda, biasanya:

    • https://namadomain.com/cpanel
    • https://namadomain.com:2083
    • Atau melalui URL yang diberikan oleh provider hosting
  2. Masukkan username dan password cPanel Anda

  3. Klik tombol Log in untuk masuk ke dashboard cPanel

Langkah 2: Akses Softaculous Apps Installer

Setelah berhasil login ke cPanel, setelahnya pilih Softaculous Apps Installer.

Berikut penjelasan lebih detail:

  1. Scroll ke bawah hingga menemukan section Software
  2. Cari dan klik ikon Softaculous Apps Installer
  3. Anda akan diarahkan ke halaman utama Softaculous yang menampilkan berbagai aplikasi yang tersedia untuk diinstal

Tips: Anda juga bisa menggunakan fitur pencarian di cPanel dengan mengetikkan "Softaculous" untuk menemukan fitur ini dengan cepat.

Langkah 3: Cari Laravel di Softaculous

Setelah diarahkan ke halaman Softaculous, pada kolom search, ketikkan Laravel.

Di halaman Softaculous:

  1. Gunakan kolom Search di bagian atas halaman
  2. Ketikkan "Laravel" pada kolom pencarian
  3. Tekan Enter atau klik tombol search
  4. Laravel akan muncul dalam hasil pencarian
  5. Klik pada ikon atau nama Laravel untuk membuka halaman detail

Alternatif lain, Anda bisa:

  • Mencari Laravel di kategori Frameworks pada menu navigasi Softaculous
  • Atau lihat di section Popular Scripts jika Laravel termasuk dalam aplikasi populer

Langkah 4: Mulai Instalasi Laravel

Setelahnya akan diarahkan ke halaman Laravel, klik Install Now.

Pada halaman detail Laravel:

  1. Anda akan melihat informasi tentang Laravel termasuk versi yang tersedia, rating, dan deskripsi singkat
  2. Klik tombol Install Now yang berwarna biru atau hijau (tergantung tema Softaculous)
  3. Anda akan diarahkan ke halaman konfigurasi instalasi

Langkah 5: Konfigurasi Software Setup

Setelahnya akan muncul beberapa form Software Setup yang harus diisi.

Ini adalah bagian penting di mana Anda perlu mengisi beberapa informasi untuk instalasi Laravel:

A. Software Setup

Choose Protocol (https:// atau http://)

  • Choose Protocol: Jika situs Anda memiliki SSL, maka pilih protokol HTTPS.
  • Jika website Anda sudah memiliki SSL Certificate (recommended untuk keamanan), pilih https://
  • Jika belum memiliki SSL, pilih http:// (Anda bisa menginstal SSL nanti)
  • Untuk mendapatkan SSL gratis, Anda bisa menggunakan Let's Encrypt yang biasanya tersedia di cPanel

Choose Domain

  • Choose Domain: Pilih domain yang akan digunakan.
  • Pilih domain atau subdomain tempat Anda ingin menginstal Laravel
  • Jika Anda memiliki beberapa domain/subdomain, pilih yang sesuai dari dropdown menu

In Directory

  • In Directory: Apabila Anda menginginkan website Anda cukup diakses menggunakan nama domain/subdomain, maka kosongkan saja kolom ini.
  • Kosongkan field ini jika Anda ingin Laravel dapat diakses langsung melalui domain utama (contoh: https://namadomain.com)
  • Isi dengan nama folder jika Anda ingin menginstal di subdirectory (contoh: isi dengan app maka Laravel akan diakses via https://namadomain.com/app)
  • Rekomendasi: Kosongkan untuk instalasi production, atau isi dengan nama folder untuk instalasi testing/development

B. Site Settings

Site Name

  • Masukkan nama aplikasi/website Anda
  • Nama ini akan digunakan sebagai title default di aplikasi Laravel
  • Contoh: "My Laravel App", "Company Dashboard", dll.

Site Description

  • Berikan deskripsi singkat tentang aplikasi Anda
  • Opsional, bisa dilewati jika belum yakin

C. Admin Account

Admin Username

  • Buat username untuk akun administrator
  • Gunakan username yang unik dan tidak mudah ditebak
  • Hindari username umum seperti "admin", "administrator", atau "user"

Admin Password

  • Buat password yang kuat dan aman
  • Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter khusus
  • Minimal 8-12 karakter
  • Simpan password ini dengan aman karena akan digunakan untuk login ke aplikasi

Admin Email

  • Masukkan email yang valid
  • Email ini akan digunakan untuk notifikasi dan recovery password jika diperlukan

D. Choose Language

  • Pilih bahasa default untuk aplikasi Laravel
  • Biasanya tersedia pilihan English, Indonesian, dan bahasa lainnya
  • Anda bisa mengubah atau menambahkan bahasa lain setelah instalasi

E. Advanced Options (Opsional)

Database Name

  • Softaculous akan otomatis membuat database untuk Laravel
  • Anda bisa menggunakan nama default yang digenerate otomatis atau mengubahnya sesuai keinginan
  • Format biasanya: username_namadb

Table Prefix

  • Prefix untuk tabel database Laravel
  • Default biasanya kosong atau menggunakan prefix standar
  • Berguna jika Anda ingin menginstal multiple aplikasi dalam satu database (tidak disarankan)

Backup Location

  • Pilih lokasi untuk menyimpan backup otomatis (jika fitur tersedia)
  • Atau Anda bisa skip ini dan mengatur backup manual nanti

Auto Upgrade

  • Centang opsi ini jika Anda ingin Softaculous otomatis mengupgrade Laravel ke versi terbaru
  • Peringatan: Auto upgrade bisa menyebabkan masalah kompatibilitas dengan kode custom Anda, jadi pertimbangkan dengan hati-hati
  • Untuk production site, disarankan untuk tidak mengaktifkan auto upgrade dan melakukan upgrade manual setelah testing

Langkah 6: Email Installation Details

Send installation details to email

  • Centang opsi ini jika Anda ingin menerima detail instalasi via email
  • Email akan berisi informasi seperti URL instalasi, admin credentials, database details, dll.
  • Sangat berguna untuk dokumentasi dan referensi di masa depan

Langkah 7: Mulai Proses Instalasi

Setelahnya klik Install.

Setelah semua konfigurasi selesai:

  1. Periksa kembali semua pengaturan yang telah Anda isi
  2. Scroll ke bawah dan klik tombol Install yang berwarna biru/hijau
  3. Tunggu proses instalasi berjalan (biasanya memakan waktu 1-3 menit)
  4. Anda akan melihat progress bar yang menunjukkan status instalasi

Catatan: Jangan menutup browser atau refresh halaman selama proses instalasi berlangsung.

Langkah 8: Instalasi Selesai

Tunggu hingga proses instalasi selesai dan proses install pun selesai.

Setelah instalasi berhasil, Anda akan melihat halaman konfirmasi dengan informasi berikut:

  • URL Website: Link untuk mengakses aplikasi Laravel Anda
  • Admin URL: Link untuk mengakses halaman admin (jika ada)
  • Database Details: Informasi database yang telah dibuat
  • Admin Credentials: Username dan password yang Anda buat tadi

Simpan semua informasi ini dengan aman!

Klik link yang disediakan untuk mengunjungi website Laravel Anda dan verifikasi bahwa instalasi berhasil. Anda seharusnya melihat halaman welcome default Laravel.

Konfigurasi Pasca-Instalasi

Setelah Laravel terinstal, ada beberapa konfigurasi penting yang sebaiknya dilakukan:

1. Konfigurasi File .env

File .env adalah file konfigurasi utama Laravel yang berisi environment variables. File ini berada di root directory instalasi Laravel Anda.

Untuk mengedit file ini:

  1. Buka File Manager di cPanel
  2. Navigate ke folder instalasi Laravel
  3. Cari file .env (klik tombol Settings dan centang "Show Hidden Files" jika tidak terlihat)
  4. Klik kanan pada file .env dan pilih Edit
  5. Periksa dan sesuaikan konfigurasi berikut:
APP_NAME="Nama Aplikasi Anda"
APP_ENV=production
APP_KEY=base64:xxxxxxxxxxxxx
APP_DEBUG=false
APP_URL=https://namadomain.com

DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=localhost
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=nama_database
DB_USERNAME=username_database
DB_PASSWORD=password_database

Penting:

  • Set APP_ENV ke production untuk website live
  • Set APP_DEBUG ke false untuk website production (hindari menampilkan error details ke publik)
  • Pastikan APP_URL sesuai dengan domain Anda
  • Verifikasi kredensial database sudah benar

2. Generate Application Key (Jika Belum Ada)

Application key digunakan untuk enkripsi. Jika tidak ada atau Anda ingin generate ulang:

  1. Akses Terminal di cPanel (jika tersedia)
  2. Navigate ke folder Laravel: cd public_html (sesuaikan path)
  3. Jalankan command: php artisan key:generate

Atau edit manual file .env dan pastikan APP_KEY sudah terisi.

3. Set Permission yang Benar

Laravel memerlukan permission khusus untuk beberapa folder:

Folder yang perlu writable (biasanya permission 755 atau 775):

  • storage/ dan semua subfolder di dalamnya
  • bootstrap/cache/

Cara set permission via cPanel File Manager:

  1. Klik kanan pada folder storage
  2. Pilih Change Permissions
  3. Set permission ke 755 atau 775
  4. Centang "Recurse into subdirectories"
  5. Klik Change Permissions
  6. Ulangi untuk folder bootstrap/cache/

4. Konfigurasi .htaccess (Untuk Apache)

Jika Anda menginstal Laravel di root domain, pastikan document root mengarah ke folder public:

Opsi 1: Via cPanel (Recommended)

  1. Scroll di cPanel hingga bagian Domains
  2. Klik Domains atau Addon Domains
  3. Klik Manage pada domain yang digunakan
  4. Ubah Document Root dari public_html menjadi public_html/public
  5. Save changes

Opsi 2: Via .htaccess Jika tidak bisa mengubah document root, Anda bisa redirect menggunakan .htaccess di root folder:

Create file .htaccess di public_html dengan isi:

<IfModule mod_rewrite.c>
    RewriteEngine On
    RewriteRule ^(.*)$ public/$1 [L]
</IfModule>

5. Optimasi untuk Production

Jalankan command optimasi berikut (via Terminal atau SSH):

# Clear semua cache
php artisan cache:clear
php artisan config:clear
php artisan route:clear
php artisan view:clear

# Generate cache untuk production
php artisan config:cache
php artisan route:cache
php artisan view:cache

6. Setup Maintenance Mode (Opsional)

Jika Anda perlu melakukan maintenance:

# Aktifkan maintenance mode
php artisan down --message="Maintenance in progress" --retry=60

# Nonaktifkan maintenance mode
php artisan up

Troubleshooting: Masalah Umum dan Solusinya

Masalah 1: Halaman Blank atau 500 Internal Server Error

Penyebab:

  • Permission folder storage atau bootstrap/cache tidak benar
  • APP_KEY belum di-generate
  • File .env tidak terkonfigurasi dengan benar
  • PHP extensions yang diperlukan tidak aktif

Solusi:

  1. Cek error log di cPanel → ErrorsError Log
  2. Set permission yang benar untuk folder storage dan bootstrap/cache (755 atau 775)
  3. Pastikan APP_KEY ada di file .env
  4. Verifikasi semua PHP extensions yang diperlukan sudah aktif
  5. Cek file .htaccess di folder public sudah ada dan benar

Masalah 2: CSS/JavaScript Tidak Load

Penyebab:

  • Document root tidak mengarah ke folder public
  • Asset path tidak benar
  • Mixed content (HTTPS/HTTP issue)

Solusi:

  1. Pastikan document root mengarah ke folder public (bukan root Laravel)
  2. Cek file .env - pastikan APP_URL benar (termasuk https jika menggunakan SSL)
  3. Jika menggunakan https, pastikan semua asset juga di-load via https
  4. Clear browser cache dan coba reload

Masalah 3: Database Connection Error

Penyebab:

  • Kredensial database salah
  • Database belum dibuat
  • Database server tidak accessible

Solusi:

  1. Verifikasi credentials di file .env: DB_DATABASE, DB_USERNAME, DB_PASSWORD
  2. Cek di cPanel → MySQL Databases apakah database sudah dibuat
  3. Pastikan user database memiliki privileges yang cukup pada database
  4. Cek DB_HOST - biasanya localhost atau 127.0.0.1

Masalah 4: Error "Please provide a valid cache path"

Penyebab:

  • Folder cache tidak ada atau tidak writable

Solusi:

  1. Buat folder bootstrap/cache jika belum ada
  2. Set permission folder tersebut ke 755 atau 775
  3. Clear cache dengan command php artisan cache:clear

Masalah 5: Route Not Found atau 404 on Routes

Penyebab:

  • mod_rewrite tidak aktif
  • File .htaccess tidak benar atau missing
  • Document root salah

Solusi:

  1. Pastikan file .htaccess ada di folder public
  2. Cek apakah hosting support mod_rewrite (biasanya sudah aktif)
  3. Verifikasi document root mengarah ke folder public
  4. Clear route cache: php artisan route:clear

Masalah 6: Permission Denied Saat Menulis File

Penyebab:

  • Folder tidak writable oleh web server

Solusi:

  1. Set permission yang benar: 755 untuk folder, 644 untuk file
  2. Khusus untuk storage dan bootstrap/cache: bisa 775
  3. Jika masih error, contact hosting support untuk cek ownership

Masalah 7: Composer Dependencies Error

Penyebab:

  • Vendor folder tidak ter-upload lengkap
  • Composer dependencies tidak compatible

Solusi:

  1. Jika install via Softaculous, seharusnya ini tidak terjadi
  2. Jika manual upload, pastikan run composer install di server
  3. Cek file composer.json dan composer.lock ada
  4. Untuk masalah kompatibilitas, coba composer update (hati-hati di production)

Tips dan Best Practices

1. Keamanan

  • Jangan pernah set APP_DEBUG=true di production environment
  • Selalu gunakan HTTPS dengan SSL certificate (gratis via Let's Encrypt)
  • Ganti APP_KEY secara berkala untuk keamanan lebih baik
  • Strong Password untuk database dan admin account
  • Update Regular - Keep Laravel dan dependencies tetap up-to-date
  • Backup Berkala - Backup database dan file secara rutin
  • Rate Limiting - Implementasi rate limiting untuk API dan login
  • CSRF Protection - Laravel sudah include ini, pastikan tidak di-disable

2. Performance

  • Aktifkan Caching - Cache config, routes, dan views untuk production
  • Optimize Autoloader - Run composer dump-autoload --optimize
  • Use Queue - Untuk task yang memakan waktu, gunakan queue system
  • Database Indexing - Buat index pada kolom yang sering di-query
  • Lazy Loading - Hindari N+1 query problem dengan eager loading
  • CDN untuk Assets - Gunakan CDN untuk file static (CSS, JS, images)
  • Enable OPcache - Pastikan PHP OPcache aktif di hosting

3. Development Workflow

  • Version Control - Gunakan Git untuk tracking perubahan code
  • Environment Files - Jangan commit file .env ke repository
  • Testing - Tulis unit test dan feature test untuk aplikasi Anda
  • Migration & Seeder - Gunakan migration untuk manage database schema
  • Documentation - Dokumentasi code dan API dengan baik
  • Code Style - Follow PSR standards untuk konsistensi

4. Monitoring dan Maintenance

  • Error Logging - Setup proper error logging (Sentry, Bugsnag, dll)
  • Uptime Monitoring - Monitor uptime website dengan tools seperti UptimeRobot
  • Performance Monitoring - Track performance dengan Laravel Telescope atau New Relic
  • Regular Backup - Automated daily/weekly backup
  • Security Audit - Periodic security check dan vulnerability scan

5. Untuk Pemula

  • Pelajari Dokumentasi - Laravel documentation sangat lengkap, manfaatkan
  • Ikuti Tutorial - Banyak tutorial gratis di Laracasts, YouTube, dll
  • Join Community - Bergabung dengan komunitas Laravel Indonesia
  • Start Small - Mulai dari project kecil, jangan langsung tackle project besar
  • Practice - Coding regularly untuk improve skills

Langkah Selanjutnya Setelah Instalasi

Setelah Laravel terinstal dengan sukses, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

1. Eksplorasi Struktur Laravel

Pelajari struktur folder Laravel:

  • app/ - Berisi core application code (Models, Controllers, dll)
  • routes/ - Berisi route definitions
  • resources/views/ - Berisi Blade templates
  • database/ - Migrations, seeders, factories
  • public/ - Public files (CSS, JS, images)
  • config/ - Configuration files
  • storage/ - Uploaded files, cache, logs

2. Buat Route Pertama

Edit file routes/web.php dan tambahkan route:

Route::get('/hello', function () {
    return view('hello');
});

3. Buat View Pertama

Create file resources/views/hello.blade.php:

<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
    <title>Hello Laravel</title>
</head>
<body>
    <h1>Hello from Laravel!</h1>
</body>
</html>

4. Pelajari Eloquent ORM

Buat model dan migration untuk database:

php artisan make:model Post -m

5. Setup Authentication (Opsional)

Laravel menyediakan scaffolding untuk authentication:

php artisan make:auth

Atau gunakan Laravel Breeze/Jetstream untuk authentication modern.

6. Install Package Tambahan

Explore package-package populer di Packagist:

  • Laravel Debugbar - Debug tool
  • Laravel IDE Helper - Autocomplete untuk IDE
  • Laravel Backup - Automated backup solution
  • Spatie Packages - Collection of useful Laravel packages

7. Setup Development Environment Lokal

Untuk development yang lebih nyaman:

  • Laravel Homestead - Virtual machine untuk Laravel development
  • Laravel Valet - Lightweight development environment untuk Mac
  • Laragon - Development environment untuk Windows
  • Docker with Laravel Sail - Container-based development

Resources dan Referensi

Dokumentasi Official

Komunitas Laravel Indonesia

  • Laravel Indonesia - Grup Facebook dan Telegram
  • Meetup Laravel Indonesia - Event dan gathering developer Laravel
  • Stack Overflow - Q&A programming dengan tag Laravel

Package & Tools Berguna

Kesimpulan

Menginstal Laravel melalui cPanel dengan Softaculous adalah cara yang sangat mudah dan cepat untuk memulai pengembangan aplikasi web modern. Dengan mengikuti panduan lengkap di atas, Anda seharusnya sudah bisa memiliki instalasi Laravel yang berfungsi dengan baik dan siap untuk dikembangkan.

Beberapa poin penting yang perlu diingat:

  1. Pastikan Hosting Memenuhi Requirements - Cek versi PHP dan extensions yang tersedia
  2. Konfigurasi .env dengan Benar - Terutama untuk production environment
  3. Set Permission yang Tepat - Untuk folder storage dan cache
  4. Gunakan HTTPS - Untuk keamanan data dan SEO
  5. Regular Backup - Jangan lupa backup database dan files secara rutin
  6. Keep Learning - Laravel terus berkembang, ikuti update dan pelajari fitur baru

Laravel adalah framework yang powerful namun tetap mudah dipelajari. Dengan practice yang konsisten dan memanfaatkan resource yang tersedia, Anda akan bisa membuat aplikasi web yang robust dan scalable.

Jika mengalami masalah atau pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi support NusantaraHost atau berkonsultasi dengan komunitas Laravel Indonesia. Selamat mengembangkan aplikasi Laravel Anda!

Happy Coding! 🚀


Artikel ini dibuat untuk membantu Anda memulai perjalanan development dengan Laravel. Untuk pertanyaan lebih lanjut atau bantuan teknis terkait hosting, silakan hubungi tim support NusantaraHost.

Promo NusantaraHost
19 Views
Author

About NusantaraHost

Penulis di NusantaraHost yang gemar berbagi tips dan trik seputar web hosting, server, domain, dan pengembangan website. Berdedikasi untuk membantu Anda sukses di dunia digital.

View all posts by author →

Artikel Lainnya

Mengenal Laravel
Mengenal Laravel
Fungsi SPF dan DKIM untuk Autentikasi Email
Fungsi SPF dan DKIM untuk Autentikasi Email
Cara Membuat Email di Plesk Panel
Cara Membuat Email di Plesk Panel
Cara Melakukan Update SPF dan DKIM di cPanel
Cara Melakukan Update SPF dan DKIM di cPanel